Selasa, 25 November 2014

Renungan Hidup

Tak habis fikir aku selama ini..
Jati diri yang dicari-cari
kesunyian hati yang tak terobati
berjalan mundur dengan nafsu birahi
nafsu telah menggetarkan nuraniku
ada kalanya cita cinta
ada kalanya harta tahta
ada kalanya wanita dan gila
dan ada kalanya tentang aku itu siapa ???
Waktu kecil daku bersimpuh ceria
dunia kanak dasar yang hanya belajar nan suka
aku belum tahu diriku itu siapa ???
Tuhan tolong jawab aku
waktu beranjak dewasa aku layu dalam duka
dijerat teman2 yang makin menggila
aku juga belum tahu Aku itu siapa ???
Waktu sekolah kejuruan aku bebas dan terhampas
batin dan jiwa bergejolak panas
dunia cita cinta dan ideologi
dunia kepalsuan yang menjerat mati
akupun dibuat ragu olehnya..
Kuat dan lemah salingcakar mencakar
membungkam diriku yg tak berdaya
berapa banyak mimpi palsu berucap
berapa tonggak yang aku bodohi
tuhan...¦ Maafkan aku yg lemah ini
akhirnya dewasapun datang
menderu deru membombardir harapan
akupun dibuat sedih olehnya
Tuhan.....¦ Tolong bimbing aku dijalan surga
dendang bulan berganti merdu
dari mutiara indah al hikam
aku coba menjawab lukaku
Tuhan.. Engkau maha penolong hamba_NYa
sepi ini
Aku jawab rahasia diriku?
SIAPA AKU?? AKU ITU SIAPA???
aku hanyalah hamba Allah
makhluk Allah yang diperintah
menjadi khalifah di bumi indah
menjaga islam walau payah
semoga hidupku diridhoi dan berkah

Senin, 24 November 2014

penjungkiran nilai, sungguh ironis

sebelumnya saya minta maaf untuk semua yang merasa tersinggung dalam coretan tanganku ini,dan terutama saya mohon ampun kehidarat Allah SWT. untuk segala salah dan dosaku.

Saya melihat koq dunia ini makin hari makin aneh aja yaaa, makin gak karuan, terutama di Indonesia kitaa tercinta ini. Coba kita lihat satu persatu, mulai dari dunia politik, waduuuh...kalo bicara masalah politik pikiran saya larinya ke dewan terhormat kita jadina ne, walaupun KELAKUANNYA jauh daripada sipat terhormat. Betapa TIDAK. Mereka duduk dikursi empuk, memakai pakaian yang serba bagus dan mahal, dapat gaji dan tunjangan yang melimpah dan WAH, TETAPI kelakuannya gak lebih dari ANAK kECIL, tidak tahu malu, bantingin meja dan kursi seenaknya saja. Memangnya itu meja punya lhuu ???! Katanya dewan terhormat, orang yang terdidik dan wakil rakyat. tapi koq kelakuannya sediktpun gak ada yang mencerminkan itu semua, WHAT WRONG ??? 
Saya masih berharap dan berdo'a semoga saja wakil-wakil rakyat alias dewan terhormat yang duduk disana dibukakan oleh Allah hatinya untuk lebih baik lagi, lebih mementingkan orang banyak daripada pribadinya sendiri. Amiin.

Itu baru dari segi politik kita, yang lebih ironi lagi dari segi Sosial Budaya dan agama, dimana sekarang kita lihat tontonan jadi tuntunan dan tuntunan malah dijadikan tontonan, sungguh sangat memalukan dan sekaligus memilukan. Dunia hiburan yang hakikatnya hanya sebagai tontonan, malah jadi tuntunan hidup banyak orang, mari kita melirik dunia televisi sekarang, dunia pertelevisian sejatinya adalah sarana untuk mencerdaskan masyarakat, bukan untuk pembodohan masyarakat lewat siaran-siaran yang sungguh tidak bermutu, bergoyang-goyang dimana-mana, mulai dari orang tua, anak-anak dan bahkan sampai kakek-kakek pun ikut-ikutan, sebenarnya sih tidak salah, tapi kan kalo ini dijadikan sebagai gaya hidup sungguh sangat disayangkan.

bersambung.....


Minggu, 23 November 2014

membaca al-qur'an/ memahami al-qur'an/ al-qur'anul karim

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Al-Quran adalah kitab suci yang memuat wahyu ( firman) Allah SWT, yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai rasul-Nya secara berangsur - angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, Yang terdiri dari 30 juz dan 114 surat dan 6.236 ayat, 77,934 kata, 323.671 huruf. Diturunkan sejak tanggal 17 Ramadahan sewaktu beliau berada di gua Hira, dan berakhir pada tanggal 09 Dzulhijjah, hari Jum’at tahun ke 63 dari kelahiran Nabi, sewaktu beliau sedang wukuf menunaikan ibadah haji di padang Arafah. Sebagai pedoman bagi manusia dalam kehidupannya untuk mencapai kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Membaca dan menyimak bacaan al-Qur’an telah dilakukan sejak wahyu diturunkan kepada nabi Muhammad dan beliau orang pertama yang membacanya, kemudian diikuti dan diajarkan kepada para sahabat. Sahabat yang berdatangan bukan satu saja, akan tetapi dari berbagai suku dan karakter yang berbeda. Membaca al-Qur’an merupakan pekerjaan yang paling utama yang mempunyai berbagai keistimewaan dan kelebihan dibandingkan membaca bacaan yang lain. Al-Qur’an secara etimologi adalah bacaan karena al-Qur`an diturunkan memang untuk dibaca. Banyak sekali keistimewaan bagi orang yang ingin menyibukkan dirinya untuk membaca Alqur’an. Orang yang membaca al-Qur’an adalah manusia terbaik dan paling utama. Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (al-Qur’an) mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipat gandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak berkata alif lam mim satu huruf akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. Adapun keutamaan membaca al-Qur’an sebagai berikut: 1. Menjadi keluarga Allah dan Pilihan-Nya 2. Orang yang mahir membaca al-Qur’an tingkatannya bersama para malaikat 3. Al-Qur’an sebagai hidangan Allah barang siapa yang memasukinya, maka dia akan aman. 4. Rumah yang dibacakan al-Qur’an terpancar sinar hingga kependuduk langit 5. Membaca al-Qur’an akan menjadikan begitu banyak kebaikan dan keberkahan. 6. Membaca al-Qur’an penerang bagi hati. 7. Rumah dibacakan al-Qur’an dihadiri para malaikat dan menjadi leluasa bagi penghuninya. 8. Al-Qur`an memberi syafaat kepada pembacanya. Melihat banyaknya keutamaan membaca al-Qur’an sebaiknya seorang muslim tidak meninggalkan al-Qur’an walaupun sedikit menurut kadar kemampuannya dalam waktu sehari semalam. Membaca al-Qur’an merupakan kebiasaan yang dilaksanakan oleh masyarakat Parsombahan utamanya pada malam hari, banyak anak-anak di desa tersebut belajar membaca al-Qur’an yang dilaksanakan di dalam rumah dimulai setelah shalat Maghrib dan selesai setelah shalat Isya. Anak-anak belajar secara halaqoh atau lingkaran, dalam proses belajar membaca al-Qur`an anak-anak diajari oleh dua guru yaitu bapak Abdullah Ali Umar dan istrinya, setiap anak menunggu giliran untuk diajari dan anak yang sudah khatam mengajari yang belum mampu membaca al-Qur`an. Selain baca al-Qur`an anak-anak juga diajari ilmu tajwid yang dilaksanakan pada malam selasa, pada malam tersebut anak-anak disuruh membawa buku tulis dan pulpen untuk mencatat pelajaran tentang ilmu tajwid. Disamping itu, guru mengaji juga menggunakan sarana yang disediakan masyarakat. Dengan beberapa upaya yang dilaksanakan masyarakat dalam meningkatkan baca al-Qur`an, anak-anak di desa Parsombahan merasa termotivasi dan semakin mudah untuk belajar baca al-Qur`an karena masyarakat telah menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Dalam meningkatkan baca al-Qur’an pada anak-anak masyarakat menyediakan sarana dan prasarana, misalnya, menyediakan tempat yang nyaman, menyediakan papan tulis, spidol dan sebagainya. Tidak hanya itu, masyarakat memiliki upaya tersendiri agar anak-anak semakin termotivasi untuk membaca al-Qur’an. Adapun upaya yang dilaksanakannya adalah: menyediakan Madrasah, memberikan ganjaran (reward) dan sanksi ringan kepada anak-anak, mengadakan perlombaan mengenai baca al-Qur’an pada anak-anak. Itu semua membuktikan bahwa masyarakat Parsombahan peduli terhadap anak-anak mereka utamanya dalam pendidikan keagamaan. Melihat upaya yang dilakukan oleh Masyarakat Parsombahan, maka penulis tertarik untuk melihat lebih jauh mengenai upaya yang di lakukan masyarakat Parsombaan terhadap anak-anak mereka. Selanjutnya, menuangkannya dalam laporan penelitian skripsi dengan judul: Upaya Masyarakat dalam Meningkatkan Baca al-Qur’an Pada Anak-Anak di Desa Parsombahan Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas. B. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut: 1. Apakah dengan mendirikan madrasah berdampak terhadap kemampuan baca al-Qur’an pada anak-anak di desa parsombahan? 2. Apakah terdapat sarana dan prasarana yang disediakan masyarakat dalam meningkatkan baca al-Qur’an pada anak-anak di desa parsombahan? 3. Apakah ganjaran ( reward ) yang diberikan masyarakat dalam meningkatkan baca al-Qur`an pada anak-anak di desa Parsombahan? 4. Apakah berbagai kegiatan perlombaan masyarakat dapat meningkatkan baca al-Qur’an pada anak-anak di desa Parsombahan? C. Tujuan penelitian 1. Untuk mengetahui apakah dengan mendirikan madrasah berdampak terhadap kemampuan baca al-Qur’an pada anak-anak di desa Parsombaan. 2. Untuk mengetahui apa saja sarana dan prasarana yang disediakan masyrakat dalam meningkatkan baca al-Qur’an pada anak-anak alam di desa Parsombahan. 3. Untuk mengetahui apa saja ganjaran ( reward ) yang diberikan masyarakat dalam meningkatkan baca al-Qur`an pada anak-anak di desa Parsombahan. 4. Untuk mengetahui berbagai kegiatan perlombaan yang di bentuk masyrakat dalam meningkatkan baca al-Qur’an pada anak-anak di desa Parsombaan. D. Kegunaan Penelitian Penelitian ini berguna sebagai: 1. Salah satu komponen dalam persyaratan memperoleh Sarjana Pendidikan Islam pada IAIN Padangsidimpuan 2. Bahan kajian bagi peneliti lain yang membahas topik yang sama 3. Sebagai bahan masukan bagi guru mengaji dan pemangku masyrakat dalam meningkatkan baca al-Qur`an pada anak-anak. E. Batasan Istilah Untuk menghindari kesalahfahaman dalam penulisan skripsi ini, maka penulis akan membatasi masalah sebagai berikut: 1. Upaya merupakan suatu usaha untuk mencapai suatu maksud memecahkan persoalan, mencari jalan keluar. 2. Masyarakat adalah sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama. Masyarakat yang dimaksud disini adalah orang tua, dan alim ulama. 3. Baca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis dengan lisan atau dengan hati. 4. Al-Qur`an adalah firman Allah atau kalam Allah, bukan perkataan malaikat Zibril (dia hanya penyampai wahyu dari Allah), bukan sabda Nabi (beliau hanya menerima wahyu al-Qur`an dari Allah), dan bukan perkataan manusia biasa, mereka hanya berkewajiban untuk melaksanakannya. 5. Anak-anak adalah manusia yang berkembang yang dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai anak matang secara seksual, kira-kira tiga belas tahun untuk wanita dan empat belas tahun untuk anak-anak. Adapun anak-anak yang dimaksud dalam penelitian ini adalah anak yang berumur mulai dari 9-12 tahun. F. Sistematika Pembahasan Sesuai dengan masalah penelitian, inti pokok inti proposal ini adalah upaya masyarakat dalam meningkatkan baca al-Qur`an terhadap anak-anak di Desa Parsombahan Kecamatan Lubuk Barumun Kabupaten Padang Lawas, maka penelitian ini terdiri dari lima bab sebagai berikut: BAB I: merupakan pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, batasan istilah dan sistematika pembahasan. BAB II: merupakan kajian teori yang meliputi: Masyarakat dalam pembangunan kehidupan beragama, pengertian masyarakat, pembangunan kehidupan beragama dalam Masyarakat, peningkatan kemampuan membaca al-Qur’an pada anak-anak: pengertian dan sejarah turunnya al-Qur’an, al-Qur’an sebagai pedoman hidup, urgensi membaca dan mempelajari al-Qur’an, dan pembelajaran membaca al-Qur’an BAB III: merupakan metodologi penelitian yang terdiri dari: lokasi dan waktu penelitian, jenis penelitian, sumber data, instrument pengumpulan data analisis data, dan tehnik pengujian keabsahan data. BAB IV: merupakan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. BAB V: merupakan penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

smga brmanfaat.........