Senin, 24 November 2014

penjungkiran nilai, sungguh ironis

sebelumnya saya minta maaf untuk semua yang merasa tersinggung dalam coretan tanganku ini,dan terutama saya mohon ampun kehidarat Allah SWT. untuk segala salah dan dosaku.

Saya melihat koq dunia ini makin hari makin aneh aja yaaa, makin gak karuan, terutama di Indonesia kitaa tercinta ini. Coba kita lihat satu persatu, mulai dari dunia politik, waduuuh...kalo bicara masalah politik pikiran saya larinya ke dewan terhormat kita jadina ne, walaupun KELAKUANNYA jauh daripada sipat terhormat. Betapa TIDAK. Mereka duduk dikursi empuk, memakai pakaian yang serba bagus dan mahal, dapat gaji dan tunjangan yang melimpah dan WAH, TETAPI kelakuannya gak lebih dari ANAK kECIL, tidak tahu malu, bantingin meja dan kursi seenaknya saja. Memangnya itu meja punya lhuu ???! Katanya dewan terhormat, orang yang terdidik dan wakil rakyat. tapi koq kelakuannya sediktpun gak ada yang mencerminkan itu semua, WHAT WRONG ??? 
Saya masih berharap dan berdo'a semoga saja wakil-wakil rakyat alias dewan terhormat yang duduk disana dibukakan oleh Allah hatinya untuk lebih baik lagi, lebih mementingkan orang banyak daripada pribadinya sendiri. Amiin.

Itu baru dari segi politik kita, yang lebih ironi lagi dari segi Sosial Budaya dan agama, dimana sekarang kita lihat tontonan jadi tuntunan dan tuntunan malah dijadikan tontonan, sungguh sangat memalukan dan sekaligus memilukan. Dunia hiburan yang hakikatnya hanya sebagai tontonan, malah jadi tuntunan hidup banyak orang, mari kita melirik dunia televisi sekarang, dunia pertelevisian sejatinya adalah sarana untuk mencerdaskan masyarakat, bukan untuk pembodohan masyarakat lewat siaran-siaran yang sungguh tidak bermutu, bergoyang-goyang dimana-mana, mulai dari orang tua, anak-anak dan bahkan sampai kakek-kakek pun ikut-ikutan, sebenarnya sih tidak salah, tapi kan kalo ini dijadikan sebagai gaya hidup sungguh sangat disayangkan.

bersambung.....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar